Pengertian kreativitas dan keberbakatan.
Kreativitas
Kreatif
adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa
gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk karya baru maupun kombinasi
dengan hal-hal yang sudah ada, yang belum pernah ada sebelumnya dengan
menekankan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk
mengkombinasikan, memecahkan atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan
operasional anak kreatif.
Kreativitas
adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru, dalam bentuk suatu
gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau susunan yang baru (Hurlock
dalam Basuki, 2010).
Kreativitas
adalah suatu proses upaya manusia atau bangsa untuk membangun dirinya dalam
berbagai aspek kehidupannya dengan tujuan menikmati kualitas kehidupan yang
semakin baik (Alvian dalam Basuki, 2010).
Clark
berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan
otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan
sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu :
berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking,
feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986)
Keberbakatan
Bakat
adalah kemampuan yang merupakan sesuatu yang melekat (inherent) dalam diri
seseorang, merupakan bawaan sejak lahir dan terkait dengan struktur otak.
Definisi Columbus Group, bakat adalah 'asynchronous development', yakni
kemampuan kognitif di atas rata-rata, mempunyai intensitas kuat yang dipadu
dengan pengalaman dan kesadaran diri yang secara kualitatif berbeda dengan
orang normal. Renzulli (1981), bakat merupakan gabungan dari tiga unsur
esensial yang sama pentingnya dalam menentukan keberbakatan seseorang, yakni
kecerdasan, kreativitas, dan tanggungjawab. Menurut Tedjasaputra, MS (2003),
bakat adalah kondisi seseorang yang dengan suatu pendidikan dan latihan
memungkinkan mencapai kecakapan, pengetahuaan dan keterampilan khusus.
Menurut
Widodo Judarwanto 2007, keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau
kecerdasan diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika,
fisika, kimia, elektronika, informasi tehnologi, bahasa, olahraga dan berbagai
tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas
rata-rata anak seusianya. Menurut Galton 2002, kebeberbakatan merupakan
kemampuan alami yang luar biasa, diperoleh dari kombinasi sifat-sifat yang
meliputi kapasitas intelektual, kemauan yang kuat, dan unjuk kerja.
Menurut
Renzulli 2002, keberbakatan merupakan interaksi antara kemampuan umum dan/atau
spesifik, tingkat tanggung jawab terhadap tugas yang tinggi dan tingkat
kreativitas yang tinggi. Menurut Clark (1986), keberbakatan adalah
ciri-ciri universal yang khusus dan luar biasa, yang dibawa sejak lahir dan
merupakan hasil interaksi dari pengaruh lingkungan. Keberbakatan ikut
ditentukan oleh kebutuhan dan kecenderungan kebudayaan dimana seseorang yang
berbakat itu hidup.
Hubungan Keberbakatan dan Kreativitas
Konsepsi “ Three-Ring Conception” dari
Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang
merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara:
a.
Kemampuan umum di atas
rata – rata
Salah satu kesalahan dalam
identifikasi anak berbakat ialah anggapan bahwa hanya kecerdasan dan kecakapan
sebagaimana diukur dengan tes prestasi belajar yang menentukan keberbakatan dan
produktivitas kreatif seseorang. Bahkan Terman ( 1959) yang dalam penelitiannya
terhadap anak berbakat hanya menggunakan kriteria inteligen, dalam tulisan –
tulisannya kemudian mengakui bahwa inteligensi tinggi tidak sinonim dengan
keberbakatan. Wallach ( 1976 ) pun menunjukkan bahwa mencapai skor tertinggi
pada tes akademis belum tentu mencerminkan potensi untuk kinerja kreatif
produktif.
Dalam istilah “ kemampuan umum”
tercakup barbagai bidang kemampuan yang biasanya diukur oleh tes inteligensi, prestasi,
bakat, kemampuan, mental primer, dan berpikir kreatif. Sebagai contoh adalah
penalaran, verbal numerical, kemampuan spasial, kelancaran dalam memberikan
ide, dan orisinalitas. Kemampuan umum ini merupakan salah atu kelompok
keberbakatan di samping kreativitas dan “task – commitment”.
b. Kreativitas
di atas rata – rata
Kelompok (cluster) kedua yang
dimiliki anak / orang berbakat ialah kreativitas sebagai kemampuan umum untuk
menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan memberikan gagasan – gagasan
baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan
untuk melihat hubungan – hubungan baru antara unsur – unsur yang
sudah ada sebelumnya.
c. Pengikatan
diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
Kelompok karakteristik yang ketiga
yang ditemukan pada individu yang kreatif produktif ialah pengikatan diri
terhadap tugas sebagai bentuk motivasi yang internal yang mendorong seseorang
untuk tekun dan ulet mengerjakan tugasnya, meskipun mengalami macam – macam
rintangan atau hambatan, menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya,
karena ia telah mengikatkan diri terhadap tugas tersebut atas kehendaknya
sendiri.
Galton meskipun menganut pandangan
dasar genetis untuk keberbakatan dan “ genius “, namun dia percaya bahwa motivasi
intrinsic dan kapasitas untuk bekerja keras merupakan kondisi yang perlu untuk
mencapai prestasi unggul.
Manfaat dari definisi Renzulli
ialah melihat keterkaitan antara tiga kelompok ciri sebagai persyaratan
keberbakatan: kemampuan umum, kreativitas, dan motivasi ( pengikatan diri
terhadap tugas).
Jadi, menurut definisi Renzulli,
seseorang yang memiliki kreativitas pasti berbakat, tetapi seseorang yang
berbakat belum tentu memiliki kreativitas.
Manfaat bagi mahasiswa
1.
Dapat membantu mahasiswa
untuk lebih memahami tentang mata kuliah kreativitas dan keberbakatan.
2.
Dapat menambah minat
mahasiswa untuk menggali kreativitas yang ada di dalam dirinya.
3.
Dapat menambah
minat individu untuk mengembangan bakat dan kreativitasnya dalam perkuliahan.
Contoh kreativitas dan bakat
Kreatif
adalah kemampuan untuk menciptakan hal-hal baru atau cara-cara baru dari sesuatu yang sudah ada
sebelumnya. Sifat kreatif ini muncul biasanya karena ada halangan atau
rintangan yang membutuhkan solusi baru untuk menghadapinya.
Contohnya :
seorang ibu yang tidak mampu membelikan mainan untuk anaknya. Ibu tersebut
kemudian membuatkan sendiri mainan untuk anaknya dengan menggunakan
barang-barang bekas di rumah. Ibu ini telah melakukan sesuatu yang kreatif
dengan memanfaatkan apa yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru.
Bakat
adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik
yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus. Dikatakan bakat umum apabila
kemampuan yang berupa potensi tersebut bersifat umum, misalnya: bakat
intelektual secara umum, sedangkan bakat khusus apabila kemampuan yang berupa
potensi tersebut bersifat khusus, misalnya: bakat akademik, sosial, seni,
kinestik dan sebagainya. Bakat khusus ini biasanya disebut dengan “talent”,
sedangkan bakat umum (intelektual) sering disebut dengan istilah “gifted”. Oleh
karena itu, anak yang memiliki bakat khusus menonjol sering disebut dengan
istilah “talented children”, sedangkan anak yang memiliki bakat intelektual
menonjol sering disebut dengan istilah “gifted children" .
Contohnya
: seorang anak bisa memiliki bakat bermain alat musik apa pun tanpa pengajaran
dari orang tuanya. (Talented childern)
Sumber :
- http://ismiranjani.blogspot.co.id/2015/05/kreativitas-dan-keberbakatan.html?m=1
- http://noramaliaanjir.blogspot.co.id/2015/06/model-model-keberbakatan.html?m=1

